Ilustrasi Konferancab IPNU-IPPNU Wonosari
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso laksanakan Konferancab (Konferensi Anak Cabang) kelima. Bertempat di SD Darut Thalabah, Wonosari, Bondowoso. Minggu, (19/09/2021).

Adanya konferensi terus diharapkan dapat menciptakan regenerasi kepemimpinan yang lebih berkompeten. Sesuai dengan tema yang diusung "Optimalisasi Kader Yang Berkompeten Dalam Berorganisasi". Sehingga, progresifitas dimasa selanjutnya betul-betul ditampilkan.

Ketua Panitia Konferancab (Konferensi Anak Cabang) kelima PAC IPNU IPPNU Kecamatan Wonosari, Rekan Zamzami, menyampaikan bagaimana tema itu tidak hanya sekedar menjadi kalimat yang tersusun dari beberapa huruf yang terhias indah melalui beberapa kata. Akan tetapi, pengoptimalan Pelajar NU juga benar-benar terwujud. Melalui kerja-kerja organisasi tersebut. 

"Pengoptimalan Pelajar NU khususnya di Kecamatan Wonosari harus lebih memberikan kontribusi yang nyata dan lebih berkompeten dalam menjalankan kerja-kerja Organisasi. Tema itu merupakan sebuah kalimat yang harus menjadi daya motivasi kepada kalian," ungkapnya. 

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdhatul (IPNU) Kecamatan Wonosari, Rekan Holil, menuturkan kepada kepemimpinan yang akan menggantikan dirinya setelah pendemisioneran nantinya. Untuk terus mengerahkan jiwa dan raganya kepada IPNU dan IPPNU. 

"Pendemisioneran hanya tinggal menghitung waktu, maka saya mohon maaf jika ada kesalahan dan kekurangan selama saya memimpin. Kemudian, saya hanya ingin menyampaikan teruslah mengabdi melalui wadah besar ini. Terus berproses hingga menjadi orang yang berkompeten," pesannya Rekan Holil yang sebentar lagi akan menjadi Ketua Demisioner saat di wawancarai oleh tim Wartanu.com. Minggu, (19/09/2021).p\

Selanjutnya, Ketua PC IPNU Bondowoso, Moh. Abdul Rizal juga menyampaikan, bagaimana PAC IPNU IPPNU Kecamatan Wonosari ini mampu melahirkan kader-kader sesuai dengan keinginan melalui tema yang diusung. Tentu nantinya kepengurusan yang baru harus mengenal dan mengetahui dua pola untuk menjadi seorang pengurus. 

"Saya ingin, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Wonosari ini mampu melahirkan kader-kader yang berkompeten sesuai dengan tema yang diangkat. Tentu, sebelum menjadi pengurus kalian harus mengenal dua pola kepengurusan yang harus dilakukan. Pertama, mengenal kesiapan. Kedua, mengenal kesempatan. Jika salah satu point itu hilang, maka jalannya organisasi akan timpang sebelah. Jika dua pola tersebut dijalankan dan dikenal dengan baik. Saya yakin roda-roda organisasi akan jalan dengan semestinya. Kesiapan untuk mengurus dan lain sebagainya. Serta, kesempatan untuk bisa menghidupkan organisasinya," tegasnya melalui interaksi dengan tim Wartanu.com. 

Lebih lanjut, Rekan Rizal, menambahkan bahwa didalam ruangan ini adalah orang-orang terpilih untuk berproses tanpa protes. 

"Tidak ada yang salah disini. Karena yang salah hanyalah mereka yang tidak mau berproses," tambahnya menyentuh. 

Ketua Tanfidhiyah MWC NU Kecamatan Wonosari, H. Athaurrahman menjelaskan bahwa manusia itu ibarat air. Jika air itu dibawa ketempat yang bersih. Maka, air itu akan semakin jernih. Namun, jika air itu dicampur dengan lumpur (tidak baik) maka air itu akan menjadi keruh dan buram. 

"Kalian itu ibarat air. Jika air itu dibawa ketempat yang bersih. Maka, air itu akan semakin jernih. Namun, jika air itu dicampur dengan lumpur (tidak baik) maka air itu akan menjadi keruh dan buram. Begitupun, jika kalian berproses untuk memperoleh Ilmu pengetahuan (wawasan). Karena pengetahuan itu adalah Nur (cahaya). Ilmu yang kita miliki akan berpengaruh kepada tempat, individu dan sebagainya. Agar pengaruhnya menjadi baik jika wadahnya juga baik. Akak menjadi buruk jika wadahnya juga buruk. Tentu salah satu langkah untuk menjadi baik yaitu dengan berproses," jelasnya H. Athaurrahman. 

Tidak hanya itu, H. Athaurrahman, juga memberikan selayang pandang kabar Kecamatan Wonosari. Agar pemuda pemudi khususnya tidak terikut dengan ajaran mereka yang tidak benar. 

"Kalian, tidak boleh sembarangan memilih organisasi. Wadah ini (IPNU IPPNU) sudah benar. Sehingga, melalui wadah ini pemuda pemudi di Kecamatan Wonosari tidak terpengaruh oleh doktrin mereka yang tidak sesuai dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah an Nahdliyah," pungkasnya H. Athaurrahman yang kerap dipanggil Lora tersebut. 

Acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh perwakilan PAC IPNU IPPNU Se-Kabupaten Bondowoso. Akan tetapi, turut hadir segenap Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Bondowoso, Pengurus Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU), Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Kecamatan Wonosari. Tentu yang spesial juga turut hadir Ketua PC IPNU jember.